Stabilitas Harga Terjaga, Lampung Jadi Provinsi

Bandar Lampung — Provinsi Lampung mencatat inflasi tahunan (year-on-year) terendah secara nasional sebesar 0,53 persen pada April 2026, jauh di bawah rata-rata nasional 2,42 persen dan masih dalam batas ideal 2,5 persen.

Secara nasional, inflasi tercatat 0,13 persen (month-to-month) dan 1,06 persen (year-to-date), menunjukkan kondisi yang relatif terkendali.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Staf Ahli Gubernur bidang Ekubang Liza Derni.

Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan pentingnya pemantauan langsung di lapangan.

“Walaupun naiknya Rp100, Rp200, Rp500, itu tetap naik,” tegasnya.

Sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, di antaranya minyak goreng di 240 daerah, bawang merah 227 daerah, gula pasir 193 daerah, cabai merah 148 daerah, serta beras di 116 daerah.

Dengan sinergi TPID, Lampung diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi secara berkelanjutan. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *