Wartaindonesianews.web.id – Lampung Selatan – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kertosari, Lampung Selatan, klarifikasi beredarnya berita viral di media online yang menarasikan dugaan makanan tidak layak konsumsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD ,dan paud, Kecamatan Tanjung sari Selatan, Lampung selatan.
Hadi Purwanto ,S.Pd.S.H.,S.E. SPPG Kertosari menyatakan informasi yang beredar telah menimbulkan kegaduhan dan berdampak luas terhadap persepsi publik terhadap Program MBG, khususnya di Provinsi Lampung.
“Kami menyampaikan klarifikasi terkait menu Program MBG pada Senin (13/4) yang viral di berbagai media onlen . Informasi yang menyebut menu tersebut tidak layak konsumsi adalah tidak benar,”Hadi Purwanto ,S.Pd.S.H.,S.E. kata dalam keterangan resmi di Kantor SPPG Kertosari .
SPPG Kertosari menegaskan seluruh proses pengolahan dan pendistribusian makanan telah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, mulai dari persiapan bahan, proses memasak, hingga pemorsian sebelum didistribusikan ke sekolah.
camat tanjung sari memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas hasil masakan kepada penerima manfaat MBG, dan untuk pekerja lebih berhati hati, lebih teliti lagi dalam memasak dan kualitas mutu harus dijaga.
Doni Antoro,S.E selaku Kepala SPPG Kertosari siap memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi nilai gizi anak bangsa dan akan melakukan inovasi dan menerima masukan dari penerima manfaat untuk memberikan pelayanan terbaik.
Menu MBG yang disalurkan pada hari tersebut terdiri dari nasi putih, Tahu goreng, tumis labu siam dan wortel,Ayam woku, serta buah kelengkeng. Pendistribusian dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB dan mulai dikonsumsi siswa beberapa menit setelahnya.
Menanggapi tudingan bahwa menu dalam kondisi berdarah atau belum layak konsumsi, SPPG Kertosari memastikan dugaan tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Hadi Purwanto,S.Pd.S.H.,S.E
selaku Asisten Lapangan SPPG kertosari bersama Intan Miftahul Fadhila, A.Md.Gz dan Afifah Khisanah, S.Akun.
melakukan koordinasi di sekolah penerima manfaat SPPG Kertosari guna menerima masukan dan arahan dari kepala sekolah dewan guru serta peserta didik, guna untuk meningkatkan kualitas,mutu supaya anak anak bisa senang akan adanya SPPG kertosari sepagai program dari bapak presiden Prabowo
“Kami telah berkoordinasi di sekolah terkait untuk melakukan pemeriksaan dan uji sampel makanan. Berdasarkan pengecekan awal, menu dinyatakan aman dan tidak menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) bagi penerima manfaat,” ujar dia.
Hingga saat ini SPPG Kertosari terus memantau apakah menu yang diprotes pihak sekolah tersebut berdampak pada para siswa. Pertemuan antara pihak SPPG dengan kepala sekolah juga telah dilakukan.











